Tips & Trik

Ampuh! Strategi Memotivasi Anak agar Giat Belajar

Admin ICANDO06 May 2021
anak giat belajar sambil menulis

Siapa yang tidak ingin melihat anak berprestasi dan menggapai cita-citanya? Salah satu cara yang harus ditempuh untuk mencapai itu semua tak lain adalah dengan giat belajar. Melihat anak giat belajar adalah impian semua orang tua, bukan?

Namun, kadang menyuruh anak untuk belajar bisa menjadi tantangan tersendiri. Bahkan anak-anak yang suka belajar pun dapat kehilangan motivasi pada waktu-waktu tertentu.

Nah, berikut adalah strategi yang dapat dicoba oleh Ayah dan Ibu untuk memotivasi si Kecil agar giat belajar.

1. Ciptakan suasana yang menyenangkan

Buatlah atmosfer yang menyenangkan ketika si Kecil belajar. Pastikan tempat si Kecil belajar rapi, sehingga ia merasa nyaman dan tidak terganggu oleh berbagai macam distraksi. Pilihlah tempat yang disukainya, baik itu di kamar ataupun di ruang keluarga.

Penting juga bagi Ayah dan Ibu untuk memberikan pendekatan yang positif tentang belajar. Menyuruh anak untuk belajar dengan cara yang negatif seperti paksaan atau ancaman akan membuatnya memandang kegiatan belajar sebagai sesuatu yang negatif, sehingga ia malah semakin enggan untuk melakukannya.

2. Mengenali gaya belajar anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Jika satu metode belajar berhasil diterapkan pada satu anak, belum tentu metode yang sama dapat diterapkan pada anak yang lainnya.

Neil D. Fleming dan Coleen E. Mills pada sebuah penelitian di tahun 1992 menyebutkan empat metode belajar anak, yaitu “VARK”. VARK adalah Visual, Aural/Auditory, Read/Write, dan Kinesthetic.

  • Visual: Anak yang memiliki preferensi belajar visual lebih cepat menyerap pelajaran ketika materi disajikan dala bentuk symbol seperti grafik dan diagram.
  • Aural/Auditory: Pelajar aural atau auditory menyerap pelajaran dengan mendengarkan materi atau berdiskusi.
  • Read/Write: Anak-anak dengan preferensi belajar read/write belajar lebih efektif dengan informasi yang ditampilkan dalam bentuk kata-kata.
  • Kinesthetic: Sedangkan, anak-anak dengan preferensi kinesthetic cenderung menyerap informasi lebih cepat dengan mempraktikannya secara langsung

Penting bagi Ayah dan Ibu untuk mengenali preferensi belajar si Kecil, sehingga Ayah dan Ibu dapat menemukan metode belajar yang paling efektif untuknya.

3. Melibatkan diri dalam proses belajar anak

Kehadiran Ayah dan Ibu dalam proses belajar si Kecil sangat penting, lho. Pastikan Ayah dan Ibu hadir ketika si Kecil merasa kesulitan atau ingin bertanya. Walaupun begitu, mengontrol secara berlebihan juga dapat mengurangi motivasi bagi anak. Oleh sebab itu, berikan juga anak sense of control dalam proses belajarnya.

4. Membuat jadwal rutin 

Tetapkan jadwal belajar anak setiap harinya sesuai dengan preferensinya. Misalnya, ia lebih suka belajar di sore hari atau malam hari sebelum tidur. Dengan adanya jadwal rutin, belajar akan menjadi kebiasaan, sehingga si Kecil tidak merasa kewalahan ketika ada tugas dari sekolah.

5. Kesalahan adalah bagian dari proses

Pasti Ayah dan Ibu sangat senang ketika si Kecil mendapat nilai yang bagus. Namun, jika hanya fokus pada hasil, si Kecil akan mudah kehilangan motivasi ketika ia tidak berhasil. Tekankan bahwa proses lebih penting daripada hasil, kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran, dan kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik dari kesalahan tersebut.

6. Gunakan kata-kata membangun

Buatlah si Kecil tetap termotivasi untuk belajar dengan kata-kata yang membangun atau penghargaan, seperti ia boleh menonton TV atau bermain game selama waktu yang ditentukan ketika ia sudah selesai belajar.

7. Menggunakan metode game-based learning

Ketika si Kecil benar-benar jenuh dalam belajar, Ayah dan Ibu dapat menggunakan metode yang satu ini, yaitu game-based learning. Belajar melalui permainan dapat menimbulkan rasa kompetitif pada si Kecil yang membuatnya termotivasi untuk tetap belajar.

Nah, Ayah dan Ibu bisa menggunakan aplikasi edukasi ICANDO untuk menerapkan metode ini. ICANDO memiliki banyak permainan yang seru dan pastinya edukatif untuk meningkatkan kemampuan si Kecil! 

Referensi

Fleming, N.D. & Mills, C. (1992). Not Another Inventory, Rather a Catalyst for Reflection. To Improve the Academy, 11, 137-155.

Artikel Populer

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

8 Manfaat Permainan Petak Umpet untuk Anak

19 Jun 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

Extensive Reading: Cara Mudah Anak Kuasai Bahasa Asing

26 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning: Apa Perbedaannya?

22 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Strategi Jitu Anak Belajar Mengeja dan Mengenal Huruf

06 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

4 Faktor Kunci Pembelajaran Online yang Efektif

22 Sep 2021

Devi Harvens

Lihat Artikel