Parenting

Motorik Kasar vs. Motorik Halus, Apa Bedanya?

Admin ICANDO26 Apr 2021

Anak-anak tumbuh sangat cepat pada 5 tahun pertama hidupnya, salah satunya adalah perkembangan motorik. Melatih kemampuan motorik sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. Kemampuan motorik terdiri dari motorik kasar dan motorik halus. 

Lalu, apa itu perkembangan motorik? Apa bedanya motorik kasar dan motorik halus? Berikut adalah penjelasannya.

Perkembangan motorik

Bayi yang baru lahir memiliki kemampuan bergerak yang terbatas. Seiring bertambahnya usia, semakin banyak gerakan yang dapat dilakukan. Hal tersebut disebut dengan perkembangan motorik, yaitu proses pertumbuhan dan penguatan otot dan tulang untuk bergerak dan menyentuh benda-benda yang ada di sekitarnya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, kemampuan motorik terdiri dari dua jenis, yaitu kemampuan motorik kasar dan motorik halus.

Kemampuan motorik kasar

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan untuk bergerak yang melibatkan otot-otot besar pada tubuh, seperti otot pada tangan, kaki, dan tubuh. Duduk, berdiri, dan berjalan adalah gerakan-gerakan yang membutuhkan kemampuan motorik kasar. Ketika anak tumbuh besar, gerakan-gerakan yang dapat dilakukan juga semakin kompleks.

Kemampuan ini melibatkan koordinasi otot dan saraf. Sehingga, menggunakan kemampuan motorik kasar berpengaruh pada keseimbangan serta koordinasi antara saraf dengan tangan.

Kemampuan motorik halus

Jika kemampuan motorik kasar berhubungan dengan otot-otot besar pada tubuh, kemampuan motorik halus adalah kemampuan untuk bergerak menggunakan otot-otot kecil yang ada di tangan dan pergelangan tangan.

Kita menggunakan kemampuan motorik halus untuk melakukan gerakan-gerakan kecil seperti memegang pensil, memotong dengan gunting, mengikat tali sepatu, dan berbagai macam gerakan lainnya.

Kemampuan motorik halus sangatlah penting karena berpengaruh pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari seperti memakai baju dan makan dengan sendok dan garpu. Hal ini juga berpengaruh terhadap performa akademik anak.

Aktivitas yang dapat dilakukan untuk menstimulasi perkembangan motorik 

Ayah dan Ibu dapat membantu si Kecil untuk melatih kemampuan motoriknya dengan mengajak mereka untuk melakukan aktivitas-aktivitas berikut.

Motorik kasar

Ayah dan Ibu dapat mengajak si Kecil untuk melakukan aktivitas yang melibatkan pergerakan otot-otot besar mereka.

1. Menari

Menari mengikuti alunan musik dapat melatih anak mengembangkan keseimbangan dan mengenali ritme dalam lagu. Oleh sebab itu, menari adalah kegiatan yang sangat baik untuk menstimulasi motorik kasar anak.

2. Berjalan menyusuri terotoar

Jika di sekitar rumah terdapat trotoar, Ayah dan Ibu dapat mengajak si Kecil untuk berjalan menyusuri pinggir trotoar tersebut untuk melatih keseimbangan. Berpura-puralah di sisi trotoar tersebut adalah lava atau laut yang penuh dengan hiu sehingga anak terdorong untuk tetap menjaga keseimbangannya.

3. Bermain hopscotch (engklek)

Hopscotch atau engklek adalah permainan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan bidang datar yang telah digambar dengan bentuk kotak-kotak. Permainan ini melibatkan kegiatan melompat dan menyeimbangkan tubuh dengan satu kaki yang dapat melatih kemampuan motorik kasar anak.

Motorik halus

Untuk melatih motorik halus, dorong anak untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan koordinasi otot-otot kecil tangan dengan mata.

1. Menggambar dan mewarnai

Ajak si Kecil untuk menggambar dan mewarnai dengan berbagai macam media. Dengan menggambar dan mewarnai, si Kecil melatih cara menggenggam pensil atau media warna dan koordinasi antara tangan dan mata. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak.

2. Melipat kertas origami

Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Ketika bermain origami, anak menggunakan jarinya untuk membuat bentuk-bentuk tertentu, sehingga melatih koordinasi antara tangan dan mata.

3. Bermain puzzle

Seperti menggambar dan melipat origami, bermain puzzle juga dapat melatih koordinasi antara tangan dengan mata. Menyusun puzzle mengharuskan anak untuk membuat gerakan yang kecil dan tepat sasaran, seperti ketika meletakkan potongan puzzle di tempatnya.

Perkembangan motorik dapat berbeda-beda bagi setiap anak. Misalnya, ada anak yang mulai bisa berjalan saat menginjak usia 12 bulan. Namun ada juga yang memerlukan waktu lebih lama, atau bahkan lebih cepat.

Jika si Kecil mengalami keterlambatan dalam mengembangkan kemampuan motorik, konsultasikan pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Ayah dan Ibu juga bisa mencoba aplikasi edukasi ICANDO untuk meningkatkan berbagai macam kemampuan si Kecil, lho. Banyak permainan yang seru dan yang paling penting edukatif di dalamnya!

Artikel Populer

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Discovery Learning: Model Pembelajaran Aktif & Efektif

28 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

Bikin Kreatif, 5 Kerajinan Tangan untuk Anak yang Wajib Dicoba!

21 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

8 Permainan Anak yang Mendidik Ini Wajib Dicoba!

17 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Contoh Empati yang Harus Ditanamkan pada Anak

15 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Belajar dari Rumah Kembali Diperpanjang? Simak Tipsnya!

11 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel