Parenting

7 Langkah Jitu Mengatasi Anak Tantrum

Admin ICANDO04 Mar 2021

Temper tantrum mungkin bukan lagi menjadi istilah yang asing bagi kebanyakan orang tua. Terutama mereka yang memiliki anak di usia 2 hingga 3 tahun. Saat tantrum, anak seringkali tidak hanya menangis dan berteriak. Terkadang ada yang memukul, melempar barang, bahkan hingga dengan sengaja menahan napas.

Tantrum adalah fase normal yang dialami balita (toddler). Tantrum umumnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Meski begitu, tidak sedikit orang tua yang kewalahan saat menghadapinya. Nah, berikut ini 7 langkah yang bisa Ibu dan Ayah lakukan saat mengatasi tantrum si Kecil.

1. Tetap Tenang

Sebelum kita berusaha menenangkan si Kecil, pastikan dulu kita dalam kondisi tenang. Tujuannya agar kita tidak terpancing emosi si Kecil yang meledak-ledak dan tidak bereaksi secara negatif. 

Mengatur napas bisa menjadi salah satu alternatif cara untuk menenangkan diri. Usahakan untuk berada di dekat anak saat ia sedang tantrum, sambil kita menenangkan diri.

Saat kita tenang, kita dapat bereaksi terhadap tantrum anak dengan kepala dingin. Sehingga kita dapat menyelesaikan penyebab tantrum dengan lebih tepat dan cepat.

2. Beri Batasan

Saat anak mulai memukul atau menendang, katakan jika perlakuan kasar anak bukan hal yang bisa diterima. Gunakan kalimat singkat untuk meminta anak berhenti memukul atau menendang. Usahakan untuk berbicara dengan tenang, namun tegas, ya Ibu Ayah!

Kita bisa mencoba memeluk anak untuk membantunya menenangkan diri. Meski begitu tidak semua anak suka dipeluk saat tantrum. Pada situasi ini, kita cukup untuk duduk diam di dekat anak. 

3. Cari Tahu Penyebabnya 

Tantrum umumnya terjadi karena anak sulit untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan atau rasakan. Nah, pada tahap ini kita perlu berpikir mundur dulu. Ingat-ingat apa yang kiranya membuat si Kecil mulai protes dan berujung tantrum.

Sudah tahu penyebabnya? Saatnya kita ajak berkomunikasi untuk mengungkapkan perasaannya. Misalnya dengan bertanya “Kakak pasti nggak suka ya karena Ibu larang makan permen?”. Tujuannya selain untuk memastikan penyebab tantrum, kita juga membantu anak untuk mengekspresikan rasa frustasinya lewat kata-kata.

4. Beri Penjelasan 

Beri penjelasan singkat atas aturan yang kita berikan. Misalnya “Kakak nggak boleh makan permen karena kakak lagi batuk." Lakukan langkah ini hanya saat si Kecil mulai sedikit lebih tenang, ya Ibu dan Ayah!

5. Cari Solusi Alternatif

Jika memungkinkan, usahakan untuk mencari alternatif solusi untuk memenuhi keinginan anak. Contohnya saat si Kecil tantrum karena dilarang makan permen, Ibu dan Ayah bisa memberikan makanan manis lainnya yang lebih sehat, seperti agar-agar, jelly, atau buah.

6. Pindah Tempat

Ajak anak untuk pergi meninggalkan tempat dimulainya tantrum. Lakukan ini saat anak masih sulit untuk kembali tenang. Tujuannya agar kita bisa memutuskan siklus tantrum anak.

Bawa anak ke tempat yang membuatnya merasa nyaman, seperti kamar tidur atau taman di halaman rumah. Jika si Kecil tantrum saat berada di tempat publik, bawa ia ke tempat yang lebih tenang dan sepi.

7. Dorong Anak untuk Menjelaskan dengan Kata-kata

Beri dorongan agar anak menggunakan kata-kata saat menginginkan sesuatu. Lakukan langkah ini saat kondisi sudah mulai kondusif. Usahakan untuk konsisten dalam melakukan langkah ini ya, Ibu Ayah!

Langkah ini membantu membiasakan anak untuk menggunakan kata-kata saat menginginkan sesuatu. Perkaya bekal kosakata anak agar ia lebih mudah dalam menyampaikan keinginannya.

Ayah dan Ibu masih bingung bagaimana cara memperkaya kosakata si Kecil? Download saja aplikasi ICANDO!

ICANDO menawarkan ribuan game edukasi anak yang dilengkapi dengan fitur voiceover untuk membantu si Kecil mengenali dan memahami pelafalan berbagai kata. Bukan hanya itu, ICANDO juga menyediakan ragam buku cerita anak-anak yang dapat memperkaya kosakata si Kecil. 

 

Referensi:

Subramaniam, A. (2020, February 27). Tantrums, meltdowns, and everything in between. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-neuroscience-perspective/202002/tantrums-meltdowns-and-everything-in-between

Wallace, M. (2015, June 5). Managing tantrums. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/how-raise-happy-cooperative-child/201506/managing-tantrums

 

 

Artikel Populer

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Discovery Learning: Model Pembelajaran Aktif & Efektif

28 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

Bikin Kreatif, 5 Kerajinan Tangan untuk Anak yang Wajib Dicoba!

21 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

8 Permainan Anak yang Mendidik Ini Wajib Dicoba!

17 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Contoh Empati yang Harus Ditanamkan pada Anak

15 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Belajar dari Rumah Kembali Diperpanjang? Simak Tipsnya!

11 Jul 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel