Parenting

8 Manfaat dan Tips Mengajak Anak Merawat Tanaman

Admin ICANDO30 May 2021

Merawat tanaman merupakan salah satu aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan Ayah dan Ibu bersama si Kecil. Bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, merawat tanaman juga bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan yang mempererat hubungan antar keluarga. Selain itu, merawat tanaman bersama keluarga dapat menjadi salah satu metode pembelajaran yang asyik bagi si Kecil. Seperti apa keasyikannya? Simak selengkapnya di sini. 

Manfaat mengajak si Kecil ikut merawat tanaman di tumah

Mengutip dari laman web Rumah Tumbuh, dalam jurnal hortTechnology 2007 disebutkan bahwa kegiatan berkebun/merawat tanaman dapat memacu aktivitas fisik anak sekaligus meningkatkan kesehatan. Berkebun atau merawat tanaman juga dapat mendorong anak tumbuh lebih aktif. 

Selain itu, masih ada beberapa manfaat lain dari mengajak anak merawat tanaman di rumah. Apa sajakah itu?

1. Membantu mengasah kemampuan motorik 

Salah satu fase perkembangan anak yang perlu dioptimalkan di masa golden age adalah kemampuan fisik motorik. Dalam sebuah Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini “Kumara Cendekia”  disebutkan bahwa perkembangan fisik motorik berperan penting untuk membentuk kelenturan tubuh anak.  

Cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar dan halus adalah dengan berkebun. Menurut Beetlestone (2012) di dalam bukunya, kegiatan berkebun yang dilakukan anak dapat memberi kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik, melepas energi hingga menonjolkan gerakan fisik. 

Seperti yang Ayah dan Ibu ketahui, kegiatan merawat tanaman atau berkebun menuntut banyak sekali gerakan fisik, seperti menggali tanah, menanam bibit, menyiram tanaman hingga memindahkan pot. 

2. Dapat melatih kesabaran anak

Menurut Herdianing (2014) di dalam sebuah jurnal menyebutkan bahwa kegiatan berkebun dapat dijadikan sebagai sarana untuk bermain yang membantu mengembangkan kecerdasan naturalistik serta memupuk rasa tanggung jawab dan melatih kesabaran anak. 

Bagaimana tidak? Proses menanam benih, menyiram tanaman, memberi pupuk dan menunggu hasil panen tidak dilakukan dalam waktu singkat. Nah, di sinilah kesabaran anak menjadi terlatih. Si Kecil juga dituntut konsisten dalam merawat tanaman yang mereka tanam. 

3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab

Merawat tanaman membutuhkan tanggung jawab besar. Ayah dan Ibu yang mengajak  si kecil berkebun berarti sudah mengajarkan rasa tanggung jawab untuk menjaga tanaman agar tetap tumbuh. Seperti mengajaknya menyirami tanaman secara rutin, memberi pupuk secara berkala, hingga melindungi tanaman dari hama. 

Mungkin pada awalnya kebiasaan ini terasa berat dilakukan si kecil. Namun ketika Ayah dan Ibu meminta secara rutin, anak akan menjadi terbiasa. Rasa tanggung jawab yang sudah tumbuh akan menjadi kebiasaan positif di dalam kehidupan si kecil nantinya. 

4. Membuat anak lebih mencintai alam

Merawat tanaman berarti sudah mengajak si Kecil untuk mencintai dan menyayangi makhluk hidup. Mereka juga akan turut belajar menjaga bumi. Belajar dari alam secara langsung itu jauh lebih seru dan mengasyikkan daripada hanya membaca teori saja. Ayah dan Ibu bisa mengenalkan cacing atau kupu-kupu  secara langsung kepada anak. 

5. Membuat si Kecil lebih menyukai sayur dan buah

Kegiatan berkebun dan merawat tanaman yang dilakukan bersama si kecil, dapat menambah wawasan mereka dari mana sayuran dan buah berasal. Mulai dari benih hingga dapat dipanen. 

Menurut Journal of American Dietetic Association yang dikutip dari laman Morinaga Platinum, menunjukkan bahwa anak-anak akan memakan hasil sayur yang mereka tanam sendiri. 

6. Meredakan stres pada anak

Seperti halnya manusia dewasa, anak-anak juga butuh waktu untuk melampiaskan ketegangan dan kebosanan dengan rutinitas sehari-hari. Merawat tanaman merupakan kegiatan yang membantu tubuh memproduksi hormon endorfin, sehingga dapat memicu perasaan bahagia. 

7. Membantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Dalam web Morinaga Platinum, seorang ahli mikrobiologi, Brett Finlay di dalam bukunya Let Them Eat Dirt mengatakan bahwa di dalam tanah banyak mikroba baik yang tidak berbahaya, justru dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.  Kekebalan tubuh yang meningkat dapat membuat si Kecil tidak mudah sakit. 

8. Mempererat hubungan antara orang tua dan anak

Berkebun dan merawat tanaman merupakan salah satu kegiatan yang dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Momen seperti ini juga dapat dijadikan penawar rasa bosan pada rutinitas dan tugas-tugas kantor. 

Ayah dan Ibu dapat berbagi ilmu tentang manfaat dari setiap tanaman yang ditanam. 

Tips Mengajak Anak Merawat Tanaman Agar Makin Seru

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan Ayah dan Ibu agar membuat aktivitas merawat tanaman menjadi lebih seru. 

1. Tanamlah tanaman yang mudah perawatannya

Ayah dan Ibu bisa memilih jenis tanaman yang mudah dirawat dan cepat panen, misalnya tomat, strawberry atau sawi. Tanaman yang cepat terlihat hasilnya dapat memacu semangat si kecil untuk menanam lebih banyak sayuran. 

2. Beri si kecil area tersendiri

Izinkan si kecil mempunyai area kebunnya sendiri, bisa berupa pot yang diberi nama anak sebagai penanda. Biarkan si kecil menghias area tanamnya dengan batu-batu kecil agar terlihat lebih menarik. 

Cara ini dapat mengasah kreativitas si kecil, sehingga kegiatan merawat tanaman menjadi hal yang lebih menyenangkan. 

3. Sediakan peralatan berkebun sendiri

Saat ini tersedia peralatan berkebun untuk anak-anak yang dijual di banyak marketplace. Ketika si kecil mempunyai peralatan berkebun sendiri, perasaan tanggung jawab pun akan meningkat. 

Ayah dan Ibu juga bisa memanfaatkan botol bekas air mineral yang diberi lubang sebagai alat penyiram tanaman. 

4. Ajak si kecil membuat kompos bersama

Ayah dan Ibu bisa melibatkan si kecil dalam proses pembuatan pupuk kompos. Ayah dan Ibu bisa mengajak si kecil mengumpulkan daun-daun kering atau menuang air sebagai campuran membuat kompos. 

5. Ajak merawat tanaman sambil belajar sains atau matematika

Merawat tanaman merupakan salah satu metode pembelajaran langsung yang menyenangkan dikerjakan bersama si kecil. Ayah dan Ibu tidak hanya bisa mengajarkan tentang nama-nama sayuran atau buah, tetapi juga bisa mengajak anak berhitung atau mengenalkan proses sains. 

Si kecil akan lebih memahami materi yang dipelajari secara langsung.

6. Ajak si kecil membuat jurnal foto

Kegiatan merawat tanaman bisa sangat menyenangkan apabila setiap momen diabadikan dalam sebuah jurnal. Mintalah anak untuk mencatat setiap perkembangan tumbuhan yang telah ditanam. 

7. Mengajak si kecil mengolah hasil panen

Saat panen adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu. Agar kegiatan semakin seru, Ayah dan Ibu bisa mengajak si kecil untuk mengolah hasil panen bersama. 

Misalnya, ajak anak membuat jus tomat hasil panen dari potnya sendiri. Mulai dari mencuci, memotong hingga proses pembuatan jus tomat. 

Itulah sederet manfaat dan tips mengajak anak merawat tanaman.  Apabila Ayah dan Ibu membutuhkan inspirasi aktivitas seru lain yang bisa dilakukan bersama anak, silakan unduh aplikasi pendidikan ICANDO sekarang juga. ICANDO merupakan salah satu aplikasi belajar yang dapat membantu Ayah dan Ibu serta Bunda dan Yanda Guru dalam mendidik si Kecil. 

Semoga informasi di atas dapat menjadi inspirasi bagi Ayah dan Ibu yang sedang mencari kegiatan seru bareng si kecil. 

Artikel Populer

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

8 Manfaat Permainan Petak Umpet untuk Anak

19 Jun 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

Extensive Reading: Cara Mudah Anak Kuasai Bahasa Asing

26 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning: Apa Perbedaannya?

22 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Strategi Jitu Anak Belajar Mengeja dan Mengenal Huruf

06 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

4 Faktor Kunci Pembelajaran Online yang Efektif

22 Sep 2021

Devi Harvens

Lihat Artikel