Tips & Trik

Strategi Jitu Anak Belajar Mengeja dan Mengenal Huruf

Nadhira Ryana06 Oct 2021
game belajar mengeja huruf

Ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.

Terkadang, kita tidak sadar bahwa kemampuan mengeja memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari kata di kamus, mencari nama orang di kontak, sampai mengurutkan data secara alfabetis.

Pentingkah belajar mengeja?

Sebelum bisa membaca, tentu anak belajar mengenal huruf terlebih dahulu. Namun, bisakah anak belajar membaca tanpa mengeja? Jawabannya, anak bisa belajar membaca tanpa terpaku dengan cara mengeja, salah satunya dengan menghafal suku kata.

Meskipun begitu, mengeja merupakan bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Seperti dalam komunikasi, literasi, dan pekerjaan.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh L.C. Ehri untuk Scientific Study of Reading, ditemukan bahwa instruksi mengeja meningkatkan kemampuan membaca karena membangun pengetahuan pelajar tentang sistem alfabetis seperti yang digunakan dalam membaca.

Alasan mengapa belajar itu mengeja penting

Walaupun sekarang kita sudah memiliki teknologi yang dapat memperbaiki ejaan, seperti autocorrect, itu bukan berarti mengurangi pentingnya dari memiliki kemampuan mengeja yang baik.

Kemampuan mengeja dapat berpengaruh pada:

1. Membantu anak dalam belajar membaca

Belajar mengeja membantu anak dalam memahami hubungan antara huruf dan bunyinya, sehingga membantu anak untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis.

2. Kemampuan dasar berkomunikasi

Di era digital ini, sebagian besar orang terhubung pada internet. Kita berkomunikasi lewat tulisan, baik melalui e-mail maupun media sosial. Selain itu, salah eja juga dapat berakibat fatal pada penulisan alamat sampai resep obat.

3. Kepercayaan yang didapatkan

Membuat typo atau salah eja membuat sesuatu terlihat tidak profesional, baik di media cetak atau online. Kesalahan ejaan pada media online seringkali menjadi penanda untuk phishing atau percobaan penipuan.

Strategi untuk membantu anak belajar mengeja

Belajar mengeja dan mengenal huruf dapat menjadi tantangan yang cukup sulit bagi si Kecil. Namun, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh Ayah dan Ibu untuk membantu si Kecil. 

Berikut ini adalah strategi untuk mengajari anak belajar mengeja yang didukung oleh penelitian.

1. Mengajarkan kesadaran fonemik

Berikan anak kesempatan untuk mendengar kata-kata yang dipecah menjadi masing-masing bunyi. Tunjukkan pada mereka apa yang terjadi saat Ayah dan Ibu mengubah bunyi. 

Misalnya dalam eja kata ‘mama’ sesuai bunyi masing-masing huruf (m-a-m-a), kemudian sebutkan kata tersebut secara utuh. Lalu eja kata ‘papa’ dengan cara yang sama (p-a-p-a), dan sebutkan kata tersebut secara utuh. Tunjukkan perbedaan bunyi di antara keduanya.

Strategi fonemik ini terbukti efektif dalam mengajarkan anak cara mengeja kata-kata umum yang sering digunakan sehari-hari dengan akurat.

2. Mengajarkan kesadaran morfologis

Morfem adalah unit terkecil dari makna yang dapat diidentifikasi dalam bahasa Inggris tertulis. Morfem meliputi prefix, sufix, dan bases atau root. Dengan mengikuti seperangkat aturan untuk menggabungkan morfem tersebut, banyak kata yang dapat tercipta. Begitupun juga dengan bahasa Indonesia. 

Mintalah anak berlatih untuk menulis beberapa kata yang menggunakan potongan yang sama untuk membangun pengertian kelompok kata yang memiliki ciri atau pola yang sama.

Misalnya, dengan menggunakan pendekatan morfemik, anak akan diajarkan bahwa ketika sebuah kata yang diawali dengan huruf K, P, S, dan T yang diikuti dengan huruf vokal akan luluh jika mendapat awalan me- atau pe-.

Kelebihan dari pendekatan morfemik ini adalah strategi ini membantu anak untuk mengenal lebih banyak kata dan menghindari kesalahan-kesalahan umum dalam mengeja. Walaupun begitu, sebelum menggunakan pendekatan ini, anak tetap harus memiliki pengetahuan dasar fonemik terlebih dahulu.

3. Memanfaatkan pendekatan kata secara utuh (whole-word approach)

Pendekatan kata secara utuh atau whole-word approach untuk instruksi ejaan biasanya menggunakan strategi pembelajaran implisit atau eksplisit bagi siswa untuk menghafal ejaan kata.

Pendekatan implisit sangat bergantung pada filosofi bahwa paparan terhadap konsep-konsep baru akan mengarah pada pembelajaran konsep-konsep tersebut. 

Pendekatan implisit dalam instruksi ejaan memberikan siswa sebuah informasi yang harus dipelajari, tetapi siswa tidak diberikan banyak panduan tentang cara mempelajari informasi tersebut.  Dalam pendekatan ini, siswa diberikan daftar kata untuk dipelajari dan tanggal untuk mempelajarinya, tetapi tidak diberikan instruksi khusus tentang cara mempelajarinya. 

Sebaliknya, pendekatan eksplisit mengikuti filosofi bahwa siswa perlu dibimbing oleh guru melalui langkah-langkah instruksi spesifik yang mengarah langsung pada pembelajaran keterampilan atau konsep.

Strategi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam bahasa Inggris, strategi ini sangat efektif digunakan untuk mengenal kata-kata yang bersifat irregular. Namun, di sisi lain, strategi ini sangat mengandalkan menghafal, yang membuatnya menjadi kurang efektif.

Belajar mengeja dan mengenal huruf lewat game edukasi

Belajar mengeja dan mengenal huruf juga bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya adalah belajar dengan game belajar anak. Dengan grafik yang menarik dan fitur-fitur yang interaktif, anak dapat belajar sambil bermain.

Salah satu game yang cocok dimainkan untuk anak adalah aplikasi ICANDO. Aplikasi ini menyediakan game-game yang dapat membantu anak untuk belajar tentang bahasa, mulai dari mengenal huruf, mengeja, sampai mengenal kosakata.

Tak hanya bahasa, aplikasi ICANDO juga memiliki ribuan aktivitas lainnya yang dirancang untuk anak-anak usia dini. Ada berhitung, mengenal alam, kebiasaan baik, menggambar, sampai bermusik. Download aplikasi pendidikan anak ICANDO sekarang!

Referensi

Best, J. (2017). The Importance of Spelling . Retrieved from 3P Learning: https://www.3plearning.com/blog/blog-importance-spelling/

Wise, R. (2020). Parents Can Try Any of These 11 Strategies to Help a Child Struggling with Spelling . Retrieved from Education and Behavior: https://educationandbehavior.com/how-to-help-a-child-learn-to-spell/

Simonsen, F., & Gunter, L. (2001). Best Practices in Spelling Instruction: A Research Summary. Journal of Direct Instruction.

Schwartz, S., & Sparks, S. D. (2019, October 2). How Do Kids Learn to Read? What the Science Says . Retrieved from EducationWeek: https://www.edweek.org/teaching-learning/how-do-kids-learn-to-read-what-the-science-says/2019/10

Wise, R. (2020, August 8). Parents Can Try Any of These 11 Strategies to Help a Child Struggling with Spelling . Retrieved from Education and Behavior: https://educationandbehavior.com/how-to-help-a-child-learn-to-spell/

 

Artikel Populer

8 Manfaat Permainan Petak Umpet untuk Anak

19 Jun 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

8 Rahasia Anak Tumbuh Ceria yang Wajib Diketahui

07 Dec 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Hari Guru Nasional 2021: Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

05 Dec 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Hari Anak Sedunia Diperingati 20 November, Intip Temanya Tahun Ini!

22 Nov 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Kenalkan Hari Kesehatan Nasional 12 November pada si Kecil, Yuk!

12 Nov 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel