Edukasi

Discovery Learning: Model Pembelajaran Aktif & Efektif

Admin ICANDO28 Apr 2021

Discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang  diharapkan dapat mengembangkan keterampilan abad 21. Di Indonesia penerapan discovery learning terlihat dalam kurikulum 2013, termasuk dalam jenjang PAUD. Penerapan model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ingin tahu serta membentuk perilaku saintifik dan sosial anak.

Discovery learning diprakarsai oleh tokoh psikologi konstruktivis bernama Jerome Bruner (1915-2016). Menurut Bruner, pengetahuan dibangun berlandaskan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Anak menggunakan intuisi, imajinasi, serta kreativitas, sehingga dapat memperoleh informasi dan pengetahuan baru.

Bruner juga berpendapat bahwa proses belajar tidak hanya sekadar menyerap apa yang dibaca dan didengar. Sebagai pembelajar, anak tidak hanya berperan sebagai penerima informasi dari guru.

Dalam metode pembelajaran discovery learning, anak secara aktif mencari jawaban dan solusi atas pertanyaan yang muncul di dalam benak melalui interaksi dengan lingkungannya untuk memperoleh jawaban atas permasalahan.

Bagi anak usia dini, bermain memberikan kesempatan bagi anak untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya. Melalui kegiatan bermain yang bermakna, anak dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dengan cara yang lebih menyenangkan.

Peran guru pada metode pembelajaran discovery learning adalah sebagai fasilitator yang mempersiapkan lingkungan dengan beragam kegiatan dan sumber daya agar anak dapat memperoleh informasi baru secara mandiri. Guru juga berperan sebagai pembimbing agar anak agar mencapai sebuah kesimpulan pemberian pertanyaan dan umpan balik.

Kelebihan Model Pembelajaran Discovery Learning

Discovery learning merupakan model pembelajaran yang mendorong anak untuk secara aktif memperoleh pengetahuan dengan menarik kesimpulan atas aktivitas dan observasi yang ia lakukan. Penerapan model pembelajaran ini emiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  • Mengembangkan kepekaan serta rasa ingin tahu anak;
  • Melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis serta kreatif;
  • Mendukung dan mengembangkan kemandirian anak dalam belajar;
  • Proses belajar dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar anak;
  • Kegiatan belajar menjadi lebih bermakna bagi anak.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta (https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijeces/article/view/29897/14619) menemukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning secara efektif dapat meningkatkan kemampuan matematika awal pada siswa taman kanak-kanak.

Langkah Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran discovery learning memiliki enam langkah pembelajaran yang menjadi alur proses pembelajaran agar dapat berjalan efektif. Penjelasan tiap langkah pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Pemberian rangsangan (stimulation)

Guru sebagai fasilitator memberikan kegiatan yang dapat merangsang keingintahuan anak. Fasilitator dapat menampilkan media (video/gambar) atau alat peraga yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Pada langkah ini, guru tidak melakukan generalisasi atau menarik kesimpulan. Tujuannya agar menimbulkan pertanyaan dalam benak anak, sehingga muncul keinginan dalam diri anak untuk menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan yang ia miliki.

2. Identifikasi masalah (problem statement)

Setelah memperoleh stimulasi pada langkah sebelumnya, fasilitator memberikan kesempatan pada anak untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan stimulasi yang diberikan.

Masalah-masalah tersebut kemudian dirumuskan menjadi sebuah hipotesis, yaitu dugaan atau jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan. Langkah ini dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam menemukan masalah dan membuat solusi dan prediksi.

3. Pengumpulan data (data collection)

Pada langkah ini, anak diberikan kesempatan untuk mengumpulkan data berupa informasi yang relevan dan berguna dalam menjawab permasalahan, serta untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Anak dapat mengumpulkan data melalui berbagai kegiatan, seperti membaca buku, menyimak bahan tayang, melakukan percobaan sederhana, dll.

Dengan melakukan pengumpulan data, anak didorong untuk secara aktif mencari jawaban atas permasalahan yang ia miliki dengan menggunakan sumber daya yang ada.

4. Pengolahan data (data processing)

Seluruh data yang telah diperoleh selanjutnya diolah agar melahirkan informasi baru. Pengolahan dapat dilakukan dengan cara membandingkan, mencocokkan, mengklasifikasikan, dan/atau melakukan perhitungan. Informasi baru yang diperoleh berfungsi sebagai alternatif jawaban yang perlu dibuktikan secara logis.

5. Pembuktian (verification)

Pada langkah ini anak melakukan kegiatan untuk membuktikan benar atau tidaknya alternatif jawaban yang diperoleh pada langkah sebelumnya. Pembuktian dilakukan dengan tujuan agar anak dapat mengaitkan pemahaman yang diperoleh dengan contoh-contoh yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari.

6. Penarikan simpulan/generalisasi (generalization)

Pada langkah penarikan kesimpulan/generalisasi, anak menarik sebuah kesimpulan yang dapat diterapkan dan berlaku umum pada kejadian atau masalah serupa. Proses penarikan kesimpulan perlu dilakukan berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang diperoleh anak selama proses pembelajaran berlangsung.

Penerapan metode pembelajaran discovery learning ini bisa dikemas dengan cara menyenangkan loh, Ayah Ibu! Aplikasi ICANDO menggunakan model pembelajaran discovery learning dalam pengembangan setiap minigames yang dibuat.

Yuk segera unduh aplikasi ICANDO dan ajak si Kecil bermain sambil memahami dunia di sekitarnya!

Referensi:

Mariyana, R., Handini, M., & Akbar, M. (2019). The effectiveness of inquiry-discovery learning and games on mathematical skills. Early Childhood Education in the 21st Century, 1(8), 97-102. https://doi.org/10.1201/9780429434914-17

Pappas, C. (2014, October 8). Instructional design models and theories: The discovery learning model. elearningindustry.com. Retrieved April 13, 2021, from https://elearningindustry.com/discovery-learning-model

pgdikdas.kemendikbud.go.id. (2020, January 29). Mengenal model pembelajaran discovery learning. Retrieved April 13, 2021, from http://pgdikdas.kemdikbud.go.id/read-news/mengenal-model-pembelajaran-discovery-learning

Artikel Populer

Sains Seru: Coba 5 Eksperimen Sederhana Ini Bersama si Kecil

22 Apr 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Judul Album Foto Anak Kekinian dan Cara Membuat Album Foto Sendiri

12 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

8 Manfaat Permainan Petak Umpet untuk Anak

19 Jun 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Pengertian, Jenis, dan Contoh Cerita Fabel untuk si Kecil

02 May 2021

Admin ICANDO

Lihat Artikel

Artikel Terkini

Extensive Reading: Cara Mudah Anak Kuasai Bahasa Asing

26 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning: Apa Perbedaannya?

22 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

Strategi Jitu Anak Belajar Mengeja dan Mengenal Huruf

06 Oct 2021

Nadhira Ryana

Lihat Artikel

4 Faktor Kunci Pembelajaran Online yang Efektif

22 Sep 2021

Devi Harvens

Lihat Artikel